Memulai
Saya yakin semua orang sepakat akan sulitnya memulai sesuatu. Kita sering dihadapkan pada kesulitan ini, meskipun sudah merasa matang memikirkan sebuah ide yang hanya menunggu dieksekusi.
Saya ambil contoh yang terjadi pagi ini saja. Di malam sebelumnya, saya berniat memulai pagi dengan baik agar hari pun berjalan baik. Saya merencakan apa yang akan saya lakukan di hari besok, mulai dari salat subuh, belajar, mengerjakan sesuatu, sampai kemudian tidur lagi. Tapi semua niat itu hampir saja rusak di pagi ini. Untuk sekadar mengangkat bahu dari kasur saja butuh memupuk semangat terlebih dahulu. Alhasil karena menunggu semangat yang tidak jelas itu, rencana saya jadi molor. Salat subuh yang saya niatkan tepat waktu baru terlaksana saat matahari sudah naik. Kalau awalnya saja begitu, bagaimana dengan yang lain?
Saya yakin, mau orang biasa seperti saya, atau orang sekaya Bill Gates, menemui kesulitan untuk memulai. Memulai blog ini pun sangat sulit.
"Saya akan mulai besok, tunggu ini tunggu itu."
Satu hal yang mencegah saya dalam memulai, adalah standar yang terlalu tinggi. Saya merasa harus memulai blog ini dengan luar biasa. Menulis artikel pertama yang hit. "Dunia butuh sesuatu yang unik" adalah perkataan yang benar tapi menghantui. Membuat berpikir terlalu banyak.
Siang tadi, saya membaca salah satu tulisan di blog mas Hilman Ramadan (hilman.space). Salah satu kalimat yang tertanam betul di kepala saya berbunyi,
... Dengan membuat produk yang luar biasa bagusnya, pelanggan akan rela membelinya, ...
Kalimat ini cocok untuk dianalogikan dengan kondisi saya saat ini. Untuk memiliki blog yang bagus, saya harus punya tulisan yang bagus. Untuk punya tulisan yang bagus, saya harus mulai menulis. Selama saya terus menunggu tulisan bagus itu keluar, saya tidak akan pernah memulai.
Pernah lihat keran kotor yang tidak terpakai? Saat menyalakannya, kita selalu menemukan aliran air yang kotor. Tapi tak selamanya. Setelah semua air yang kotor keluar, mulailah air bersih dan jernih mengalir.
Malam ini, saya ingin memulai seperti keran yang kotor.
Blog ini akan berisi tulisan-tulisan mengenai hal-hal yang terlintas di kepala saya. Mulai dari hal baru yang saya pelajari, atau bacaan yang saya baca. Tujuannya, melatih kemampuan menulis dan berpikir. Saya juga akan terbiasa menuangkan dan mengemukakan ide yang selama ini saya simpan. Target awal saya adalah menulis sekali dalam sepekan.
Jika saya konsisten, maka setahun yang akan datang, saya akan punya banyak tulisan yang dapat menjadi tolak ukur seberapa banyak saya berkembang, seberapa matang kemampuan berpikir saya. Mungkin saja, saya akan merasa terhina saat membaca ulang tulisan ini.
Jika saya tidak konsisten, maka setahun yang akan datang akan sama seperti setahun, sebulan, sepekan, atau sehari yang lalu. Mungkin pagi saya akan tetap berat seperti biasanya, dan saya juga akan merasa terhina saat membaca ulang tulisan ini. Lebih terhina.
"You can't finish before you start."
Saya tidak akan bisa mencapai tujuan di atas jika saya tidak pernah memulai.
Lalu, bagaimana caranya memulai? Mulailah dengan berhenti berpikir. Berhenti berpikir bagaimana caranya. Mulai saja dulu.
Amal Yulianto,
Gorontalo, 22 April 2020.
Comments (0)
Belum ada komentar. Mari aja lah kalau mau komeng, aku sule.
Balas komentar