Kembali ke Tulisan
blog

Manusia Palugada

Cover for Manusia Palugada

Apa Lu Mau Gua Ada!

Istilah Generalis dan Spesialis sering kita dengar, yaitu orang yang punya kemampuan banyak namun tidak mendalam, dan orang yang fokus di satu bidang tapi kemampuannya mendalam. Ada juga yang disebut T-Shaped, gabungan dari keduanya.

Menjadi salah satu dari ketiganya tentu tidak mengapa. Namun masalah muncul saat kita berusaha mendalami semua bidang ilmu yang ada. Entah apa motivasinya, hidup sendirian di tengah hutan?

Manusia jenis ini bisa kita sebut Manusia Palugada. Apa lu mau, gua ada!

Jujur-Jujuran

Kalau mau jujur-jujuran, saya pernah jadi manusia jenis itu. (atau mungkin masih seperti itu?)

Suka belajar hal baru, ditambah arus informasi yang deras dari Internet jadi penyebabnya. Makin lama menghabiskan waktu di depan layar laptop (dan menua di sini), makin tenggelam dalam penghayatan sebagai sosok Manusia Palugada. Ada kalanya, memang sangatlah penting untuk mengambil jeda. Kalau perlu yang lama saja sekalian. Fungsinya untuk memutus penghayatan yang buruk itu.

Dalam salah satu dari banyak jeda yang saya ambil, saya terusik dengan perkataan Imam Syafi’i yang dikutip oleh salah seorang dosen saya,

“Seseorang tidak akan pernah mendapatkan semua ilmu, walaupun mencoba selama seribu tahun. Lautan ilmu sangatlah dalam dan luas, maka ambillah yang terbaik di antaranya.”

Mahasiswa

Kutipan itu saya dengar saat beliau memberikan sambutan kepada mahasiswa magister baru, yang fokus keilmuannya makin menyempit. Tidak, saya tidak sedang mengasosiasikan seorang Sarjana dengan Manusia Palugada. Dalam pendidikan sarjana, mahasiswa memang masih belajar ilmu secara umum saja yang tidak terlalu mendalam. Bisa dibilang untuk menjadi seorang generalis sekaligus seorang calon manusia T-Shaped. Tentu ini berbeda dengan Manusia Palugada. Usikan dari perkataan dosen itu membuat saya mengingat-ingat kembali sesuatu. Apakah selama ini yang saya lakukan adalah berusaha mengambil semua ilmu? Kalau yang ini, saya tidak tahu pasti jawabannya.

Tapi saya teringat satu hal yang sering, sedang, dan akan saya lakukan. Kerja sama dalam sebuah tim.

Kerja Sama

Bahkan dalam sebuah tim media digital, tidak mungkin mengerjakan segala sesuatunya sendiri. Ada yang bertugas sebagai koordinator, desainer grafis, editor video, hingga penulis. Saya jamin, seorang Manusia Palugada tidak punya tempat di sini, kecuali dia punya 9 nyawa.

Dalam kasus tim software development, ada yang bertugas mengurusi desain antarmuka, pemrogram bagian front-end, pemrogram bagian back-end, dan masih banyak lagi yang kalau saya sebutkan satu-satu bisa membuat jari-jari saya jetlag saya mengetiknya.

Memang ada kasus di mana satu orang saja membuat sebuah aplikasi, sendirian, yang disebut sebagai Full-Stack Developer. Tapi, hey, yang dikerjakannya itu tidak benar-benar semua bagian yang saya sebutkan di atas, belum lagi jika ditambah bagian yang tidak saya sebutkan.

Sebuah Tim

Saat mengingat-ingat hal tadi, saya mulai merasakan bagaimana terbantunya saya jika berada dalam sebuah kelompok, tim, atau setidaknya lingkaran teman yang benar-benar membuat kita sadar tidak perlu melakukan semuanya sendirian.

Alhamdulillah, ternyata selama ini saya sudah dan sedang merasakan itu, sebuah ekosistem yang baik. Saya jadi gak perlu belajar semuanya, ada orang lain yang bisa saya percayakan untuk bekerja sama dan saling membagi ilmu. Dari situ seenggaknya saya bisa tahu, saya bukan Manusia Palugada yang asli-asli amat.

Kesimpulan

Kesimpulannya? Jangan tanya saya. Tulisan panjang ini memang didesain untuk tidak memiliki kesimpulan. Sudah tulisannya gak runtut, malah kurang ilustrasi yang bisa membantu pemahaman pembaca. Ya mau gimana, saya sedang mengerjakan ini sendirian. Sekarang tutup Instagram lalu atur langkah kembali, bernapas dengan normal. Perhatikan di mana dan bagaimana kaki-kaki kecilmu diletakkan. Temukan ekosistem yang bisa membantumu belajar, menjadi lebih baik.

Semua ilustrasi dimiliki oleh Freepik.



Comments (0)

Belum ada komentar. Mari aja lah kalau mau komeng, aku sule.

Balas komentar