Dunia tanpa sekolah

Sumber: awoiaf.westeros.org
Sebagai penggemar serial franchise Game of Thrones (GoT), mempelajari hal-hal detail dalam dunia/universe GoT sangat menarik buat saya. Pertanyaan-pertanyaan terus menerus muncul setiap hari, seperti kenapa House Stark terlihat seperti keluarga kecil padahal umurnya sudah ribuan tahun, seberapa banyak prajurit yang dapat dikumpulkan dalam satu pasukan oleh negeri-negeri di Westeros, sampai yang baru-baru ini saya pikirkan, apakah di Westeros ada sekolah?
Saya kemudian menyusuri internet untuk mencari jawaban dari pertanyaan terakhir. Jawabannya, ada. Kalau pertanyaannya sedikit diubah, apakah Westeros punya sistem pendidikan? Jawabannya tidak. Sekolah di Westeros pun sebenarnya cuma ada satu, yaitu Citadel yang berada di Oldtown, salah satu kota di The Reach. Tempat ini pun bisa dibilang adalah sekolah tinggi, atau kampus tempat orang-orang belajar untuk mendapat gelar Maester. Tentu tidak semua bisa belajar di sini. Lalu, kalau tidak ada sekolah selain Citadel, di mana orang-orang belajar?
Anak-anak di Westeros tidak mengenyam pendidikan. Bisa dibilang hanya anak-anak bangsawan saja yang punya privilese untuk belajar dan mendapat pendidikan. Proses pendidikan mereka ini juga hanya terjadi di dalam kastil masing-masing, yang biasanya punya satu orang Maester sebagai pengajar di sana. Anak-anak lain tidak akan bisa belajar apa yang dipelajari oleh anak-anak bangsawan. Praktis, yang mereka pelajari hanya soal mencari makan, berburu, berkebun, dan hal-hal lain yang bisa berguna untuk bertahan hidup.
Sumber: gameofthrones.fandom.com
Di serial House of the Dragon yang punya latar waktu 100 tahun sebelum Game of Thrones, kita sebenarnya bisa melihat kondisi Westeros, utamanya King’s Landing sebagai ibukota kerajaan, dalam dua zaman yang berbeda. Ya, kondisinya begitu-begitu saja. Tanpa ada perkembangan ilmu pengetahuan, tanpa ada perkembangan teknologi, dan tetap dengan konflik-konflik yang sama. Kenapa bisa begitu?
Saya menyusuri internet untuk menjawab ini, dan kemudian sampai pada beberapa kesimpulan. Pertama, karena terlalu banyak konflik kekuasaan di Westeros. Kedua, karena keberadaan magic atau sihir. Ketiga, karena George R.R. Martin sebagai penulis dianggap tidak begitu pandai menggambarkan perkembangan zaman dan kemajuan teknologi. Yah, pada akhirnya GoT cuma cerita fiksi.
Tapi sebenarnya kita bisa mengambil garis besar dari dua pertanyaan yang dijawab di atas. Mungkin alasan kenapa Westeros kondisinya begitu-begitu saja, adalah karena mereka tidak punya sistem pendidikan. Mereka tidak sekolah.
Game of Thrones mungkin memang hanya cerita fiksi dan jawaban dari semua pertanyaan tadi hanya bisa dijawab oleh sang penulis untuk memastikan jawaban yang sebenarnya. Tapi soal keberadaan sekolah dan pentingnya sistem pendidikan, sepertinya kita bisa belajar banyak dari Westeros. Kalau mau maju dan beradab, pergilah ke sekolah.
Comments (0)
Belum ada komentar. Mari aja lah kalau mau komeng, aku sule.
Balas komentar